Friday, October 18, 2013

ALL DA BEST

Hai guys..morning! :) oppsss.assalamualaikum..! hee

well,geng mak jemah sekarang ni tgh bizi gilos habak hang.smpai nk update blog pun tk sempat.hambik kau.bajet mcm ramai je yg nk bkak blog ni.haha.walaupun dihadapkan dgn kelas dan kuliah yg ckup rse mcm retis pergi pg blik mlm tu.kitorg up lg dgn buat business online.

تِسْعَةُ أَعْشَارِ الرِزْقِ فِي التِّجَارَةِ

Sembilan dari sepuluh pintu rezeki ada dalam perdagangan.“

Ekceli kitorg ni tk de lah buat bisnes gojes mcm kak ton pun.tk de la smpi thp nk masuk tv bagai.cukuplah sekadar dpt mengisi kekosongan dan disamping menebalkan poket dan purse yg semakin nipis

Tp seronok jgk sebenarnye main jual2 ni.yela,dulu masa kanak-kanak dpt main jual2 pakai daun bunga mak je.tup2 kantoi dgn mak,dpt la sedas cubitan kasih sayang.tp serius kesakitannye boleh dirasai seisi badan.lebam 3 hari 3 malam woo.tapi itulah yg menjadi memori yg indah utk dikenang.*sekarang rindu plak nk rasa kena cubit dgn mak.tskk.tskk*

Apepun,all da best lah utk geng2 mak jemah sekalian.semoga jadi businessman dan businesswoman yg berjaya! Aminn. bila dah untung besar nnt,jgn lupa yg dibawah.apalah ertinya harta bertimbun,duit berguni,rumah dah serupa istana princess Barbie kalau kekayaan tu tak sudi dikongsi dengan yg lain.tak semua orang punya nasib yg serupa mcm kita kan kawan-kawan.

So,pesanan utk diri sendiri dan juga utk yg disayangi sekalian.abah pernah berpesan.walau berjuta duit ade dekat bank tu,semua tu bukan hakiki milik kita ye sayang.yang menjadi harta kita adalah yang kita sudi beri dan hulur kepada org lain.Yg kita simpan semua tu bukan milik kita lagi.jadi rajin rajinlah bersedekah.sedekah itu takkan pernah memiskinkan manusia,tapi ketamakan itulah yg menjadikan manusia itu merasakan diri mereka  miskin selama-lamanya.

Sudilah jenguk-jenguk ke page kami ye..:)

1.www.facebook/Nanina Gift *byk coklat sedap taw*
2.www.facebook/Nami & Stitch *kt cni plak ade mcm2 bntl comel.err.perasan.tk kisah lah.haha.*

**Tak sabar rasenye nk naik bullet train kt Jepunggg tu.moga-mogalah duit kami cukup utk kesana nnt.InsyaAllah.










Sunday, October 13, 2013

ESAIMEN AKIDAH : HUKUM PELAKU DOSA BESAR

1. Menurut aliran Khawarij

Ciri yang menonjol dari aliran Khawarij adalah watak ektrimitas dalam memutuskan persoalan-persoalan kalam. Tak heran kalau aliran ini memiliki pandangan ekstrim pula tentang status pelaku dosa besar. Mereka memandang bahwa orangorang yang terlibat dalam peristiwa tahkim, yakni Ali, Mu’awiyah, amr bin al-ash, Abu Musa al-asy’ari adalah kafir, berdasarkan firman Allah pada surat al-Maidah ayat 44

ومن لم يحكم بما انزل ال فأولئك هم الكافرون (المائدة:)44
 Artinya:
Barang siapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.”
Semua pelaku dosa besar (murtabb al-kabiiah), menurut semua sub sekte khwarij, kecuali najdah adalah kafir dan akan disiksa dineraka selamanya. Sub sekte yang sangat ekstrim, azariqah, menggunakan istilah yang lebih mengerikan dari kafir, yaitu musyrik. Mereka memandang musyrik bagi siapa saja yang tidak mau bergabung dengan barisan mereka. Adapun pelaku dosa besar dalam pandangan mereka telah beralih status keimanannya menjadi kafir millah (agama), dan berarti ia telah keluar dari Islam, mereka kekal dineraka bersama orang-orang kafir lainnya.

2. Menurut aliran Murji’ah

Pandangan aliran murji’ah tentang setatus pelaku dosa besar dapat ditelusuri dari definisi iman yang dirumuskan oleh mereka. Secara garis besar, sebagaimana telah dijelaskan sub sekte Khawarij dapat dikategorikan dalam dua kategori: ekstrim dan moderat. Harun nasution berpendapat bahwa sub sekte murji’ah yang ekstrim dan mereka yang berpandangan bahwa keimanan terletak di dalam kalbu. Adapun ucapan dan perbuatan tidak selamanya merupakan refleksi dari apa yang ada di dalam kalbu. Oleh karena itu, segala ucapan dan perbuatan seseorang yang menyimpang dari kaidah agama tidak berarti telah menggeser atau merusak keimanannya. Bahkan keimanannya masih sempurna dimata Tuhan. Adapun murji’ah moderat ialah mereka yang berpendapat bahwa pelaku dosa besar tidaklah menjadi kafir. Meskipun disiksa dineraka, ia tidak kekal didalamnya, bergantung pada ukuran dosar yang dilakukannya. Masih terbuka kemungkinan bahwa Tuhan akan mengampuni dosanya sehingga ia bebas dari siksa neraca.

3. Menurut aliran Mu’tazilah

Mu’tazilah tidak menentukan status dan predikat yang pasti bagi pelaku dosa besar, apakah ia tetap mukmin atau kafir, kecuali dengan sebutan yang sangat terkenal, yaitu al manzilah baial manzilataini. Setiap pelaku dosa besar, menurut Mu’tazilah, berada di posisi tengah diantara posisi mukmin dan kafir. Jika pelakunya meninggal dunia dan belum sempat bertaubat, ia akan dimasukkan ke dalam nerak selama-lamanya. Walaupun demikian, siksaan yang diterimanya lebih ringan dari pada siksaan orang-orang kafir. Dalam perkembangannya, beberapa tokoh Mu’tazilah, seperti wastul bin atha’ dan amr bin ubaid memperjelas sebutan itu dengan istilah fasik yang bukan mukmin atau kafir.

4. Aliran Asy’ariyah

Terhadap pelaku dosa besar, agaknya al-asy’ari, sebagai wakil ahl-as-Sunah, tidak mengkafirkan orang-orang yang sujud ke baitullah (ahl-al-qiblah) walaupun melakukan dosa besar, seperti berzina dan mencuri. Menurutnya, mereka masih tetap sebagai orang yang beriman dengan keimanan yang mereka miliki, sekalipun berbuat dosa besar. Akan tetapi jika dosa besar itu dilakukannya dengan anggapan bahwa hal ini dibolehkan (halal) dan tidak meyakini keharamannya, ia dipandang telah kafir. Adapun balasan di akhirat kelak bagi pelaku dosa besar, apabila ia meninggal dan tidak sempat bertaubat, maka menurut al-asy’ari, hal itu bergantung pada kebijakan Tuhan Yang Maha Esa berkehendak mutlaq. Dari paparan singkat ini, jelaslah bahwa asy’ariyah sesungguhnya mengambil posisi yang sama dengan murji’ah, khususnya dalam pernyataan yang tidak mengkafirkan para pelaku dosa besar.

5. Aliran Maturidiyah

Aliran maturidiyah, baik samarkand maupun bukhara, sepakat menyatakan bahwa pelaku dosa masih tetap sebagai mukmin karena adanya keimanan dalam dirinya. Adapun balasan yang diperolehnya kelak di akhirat bergantung pada apa yang dilakukannya di dunia. jika ia meninggal tanpa tobat terlebih dahulu, keputusannya diserahkan sepenuhnya kepada kehendak Allah SWT. jika menghendaki pelaku dosa besar diampuni, ia akan memasukkan ke neraca, tetapi tidak kekal didalamnya.

6. Aliran Syi’ah Zadiyah


Penganut Syi’ah zaidiyah percaya bahwa orang yang melakukan dosa besar akan kekal di dalam neraca, jika ia belum tobat dengan tobat yang sesungguhnya. Dalam hal ini, Syi’ah zaidiyah memang dekat dengan Mu’tazilah. Ini bukan sesuatu yang aneh mengingat washil bin atha’, mempunyai hubungan dengan zaid moojan momen bahkan mengatakan bahwa zaid pernah belajar kepada washil bin atho’2.